TRAVEL DESTINATION : Pantai Pink dan Pulau Pasir (LOMBOK)


Kelanjutan dari kisah short-vacation aku kemarin di Lombok, disitu aku udah nge-post tentang The Virgin Gili yang bisa kamu baca langsung cuss disana. Nah kali ini aku mau nulis pengalaman aku ke Pantai Pink dan Pulau Pasir. Sebenernya aku udah ngehayal duluan kalau Pantai Pink bakalan nge-pink dan romantis gitu , ternyata aku salah jadwal waktu kesananya. Kata bang Rasyid (beliau ini nahkoda kapal motor yang disewa saat aku mau nyebrang ke dua tempat ini, aslinya bang Rasyid adalah orang yang super ramah dan gaul guys!) seharusnya aku kesini pagi-pagi karena nanti pasirnya bakalan pink gitu. Aku kesananya hampir sunset jadi air lagi surut sehingga penampakan pantai ini sangat biasa dan ternyata kapal motornya enggak bisa menepi langsung jadinya aku naik sampan yang berukuran bujur sangkar selebar pantat aku dan si Bang Rasyid saja untuk melanjutkan perjalanan ke pinggir pantai ^O^


Waktu pas mau turun dari sampan, Bang Rasyid ngingetin aku untuk tetap memakai sendal jepit karena banyak Bulu Babi yang kalau kena kaki bisa gatel banget. Hiiy, foto diatas penampakannya. Selain itu juga ada Galer (lupa-lupa inget namanya, tapi kayanya sih ini namanya kata Bang Rasyid), semacam cacing dan itu buaanyaaak banget ~.~ deuh geli banget liatnya ,pfffttt. Kalau kamu jeli dan matanya ga katarak pasti bisa menemukan penampakan "cacing"  yang aku maksud di foto bawah ini...


Kelar dengan perseturuan Bulu Babi dan "cacing", akhirnya sampe juga di pinggir pantai. Pantai Pink ini ada Goa-nya, aku cuma berfoto di depannya aja karena emang udah kesorean banget dan masih mau ngejar ke Pulau Pasir sebelum gelap.


Dan inilah pemandangan yang didapat saat waktu mulai berjalan petang, sayangnya disini aku enggak ngeliat matahari terbenam. Cuaca yang mulai gelap pun membuat aku enggak terlalu lama disini, sejauh mata memandang aku melihat hamparan pasir yang emang sekilas terlihat pink tapi efek warna pink didapat karena pecahan coral yang terbawa ke tepi pantai.  Beberapa orang aku lihat asyik bermain bola dan membangun tenda untuk camping. Usut punya usut, Bang Rasyid bilang kalau camping di Pantai Pink ini enggak ada duanya, seru dan bisa pesan ikan,udang,dll yang dibakar langsung disini, nantinya disiapkan bumbunya pula. Oh iya perjalanan dari pelabuhan ke Pantai Pink ini skeitar 60 menit, guys. Kalau mau camping hendaknya beramai-ramai karena disini belum banyak penduduk, hanya beberapa warung kecil dan aku engga tau deh mereka tutup sampai jam berapa. Tapi kayanya sih seru deh bareng temen-temen camping disini ^^












Kalau di zoom dari dekat sih, kelihatan banget pasirnya pink, seperti foto yang aku upload dibawah. Aku juga membawa segelas pasirnya selama perjalanan pulang, sayangnya cuaca agak mendung sehingga aku bergegas move ke Pulau Pasir yang letaknya masih lumayan jauh, tapi lebih deket ke arah pulang.



Nah akhirnya bisa berfoto dengan Bang Rasyid si legendaris, yang udah kusebut-sebut namanya di post ini hehehe... Semoga sukses terus yah bang!


Setelah dari Pantai Pink yang lagi enggak pink, aku move ke Pulau Pasir. Sesampainya disana, hujan rintik-rintik mulai turun. Rasanya saat sampai, sayang banget enggak berfoto kan, jadinya aku basah-basahan demi berfoto di Pulau yang unik ini, pulau yang memang luasnya se-lingkaran aja dan hanya pasir...engga ada apa apa lagi. Namanya juga pulau Pasir -,-




Setelah seharian jadi anak bolang, akhirnya aku memutuskan untuk makan malam dengan porsi yang banyak. Pilihannya jatuh pada masakan seafood dong, aku memesan Lobster, Cumi-cumi, dan Udang. Restorannya di pinggir pantai daerah Senggigi, walaupun rasanya menurutku not that special tapi lumayanlah udah mengenyangkan perut yang kelaparan.



Rasa si Lobster yang ini enggak lebih oke dari Kepiting, tau gitu aku pesen si Kepiting ~.~ secara dari porsi daging lebih banyak, tapi lumayan enak sih tapi ya gitu, dagingnya kurang banyak (astaga segede itu masih kurang banyak T_T) iya kurang banyak kalau buat berdua sama temen aku Ona. Rasa si Cumi-cuminya juga kurang, ahhh pokoknya I ever taste better than this pas di Kedonganan, Bali pokoknyaaahh. Secara harga padahal yang ini jauh lebih mahal ~.~



Baiklah, diatas adalah beberapa gabungan klip dan foto aku selama ngetrip kemarin... semoga ceritaku bisa menjadi pencerahan buat kalian yang lagi suntuk dan pengen jalan-jalan. Intinya siapin tolak angin kalau memang mau jadi anak bolang yah, apalagi disaat cuaca yang tak menentu. Selanjutnya, destinasi apa yah yang akan aku share? Wait and see yaaak, I'll be back with another travelling story , lot kisses!

Share:

0 comment