3 Tantangan Setelah Membeli Hunian Baru

Memiliki hunian pribadi baru memang bukan sebuah hal yang mudah. Pasalnya ada banyak proses yang harus dilewati sebelum memilikinya secara utuh. Dari proses pemilihan dan penyesuaian dengan budget saja kamu sudah mulai diuji. Even setelah kamu dipastikan telah memiliki hunian barumu, kamu akan dihadapkan dengan sejumlah hal yang mau tidak mau harus dihadapi. Bukannya menakuti, tapi memang akan ada sejumlah tantangan yang harus kamu hadapi pasca memiliki hunian baru. Lalu, apa saja tantangan tersebut? Mari kita simak bersama.


Menunggu Selesai Dikembangkan

Bagi Anda yang memilih rumah ready stock, Anda bisa langsung menempati hunian setelah menyelesaikan persyaratan-persyaratan baik legalitas maupun pembayaran down payment. Namun, jika kamu memilih unit jual rumah inden, itu sebuah pengecualian. Lho, kok bisa gitu? 

Bagi kamu yang memilih rumah inden, tantangan pertama yang kamu atau kamu dan pasangan kamu hadapi adalah menunggu hingga hunian bisa untuk ditempati. Rumah inden pada dasarnya sebuah proyek unit jual rumah yang sedang atau nantinya akan dikembangkan. Proses pembelian unit jual rumah tersebut pada dasarnya unik yakni membeli tanpa ada bentuk fisik. Meskipun begitu calon pembeli unit jual rumah tersebut telah mengetahui bentuk fisiknya lewat show unit dari pengembang properti.

Menurut Lamudi.co.id, proses pengembangan rumah inden paling cepat berlangsung 6 hingga 12 bulan (1 tahun). Waktu pembangunan ini pada dasarnya bukan tolak ukur atau patokan, karena biasanya disesuaikan oleh rencana pengembangan dan kesiapan dana dari developer. unit jual rumah inden bisa saja dikembangkan secara kolektif (berwujud kompleks perumahan) ataupun sesuai pesanan.

Menentukan Dekorasi

Setelah menempati hunian, tantangan selanjutnya adalah dalam hal mengisi hunian Anda atau mendekorasi. Sudah bisa dipastikan dalam poin ini, Anda akan menemukan peperangan. Apakah itu perang batin dengan diri Anda atau sedikit berselisih dengan pasangan Anda. Untuk menangani hal seperti, sebenarnya sangat mudah. Caranya cukup dengan memastikan 3 hal. Pertama adalah rancangan dan pengalokasian budget untuk dekorasi. Apakah akan difokuskan untuk dekorasi fisik (pengecatan, membuat ruang tambahan, dsb), membeli furnitur, atau membeli barang elektronik. Kedua adalah menyusutkan konsep interior menjadi dua pilihan, minimalis atau maksimalis. Minimalis pada dasarnya memiliki budget yang lebih murah dikarenakan konsep yang minim furnitur dan aksesoris jika dibandingkan maksimalis. Ketiga adalah konsistensi. Jika Anda dan pasangan yakin untuk memilih minimalis, ada baiknya untuk tidak 'banyak mau alias BM' dalam membeli perintilan untuk dekorasi. Selain akan menggendutkan budget, Anda akan menyimpang dari konsep minimalis tersebut.

Membangun Hubungan Sosial Pertetanggaan

Dilansir dari Freshome, salah satu tantangan yang akan ditemukan oleh para penghuni pasca membeli unit jual rumah adalah bagaimana membangun kehidupan sosial dengan tetangga. Jika kamu memilih tinggal di kompleks hunian baru, kamu akan menemukan orang-orang baru yang bisa dikatakan baru juga tinggal di wilayah tersebut. 

Sekalipun kamu dan pasangan kamu tergolong orang introvert yang jarang berkomunikasi dengan orang banyak, membangun kehidupan bertetangga ini sangat harus dilakukan. Adapun salah satu manfaatnya adalah membentuk tatanan pertetanggaan yang nyaman, bermanfaat untuk sesama dan jauh dari ancaman. Baik ancaman dari clash antar penghuni maupun ancaman tindakan kriminal.




Share:

0 comment

Thank you for your comment! :)